Tuesday, 9 October 2012

kovergen

saya, 8 Oktober 2012

terima kasih,semua waktunya.
hari ini,ya tanggal tulisan ini dimuat, saya sedikit merasa lega
kita membuat keputusan yang tepat bukan?
kita sudah lama terikat dengan ego kita masing-masing
hingga angka 9 tak akan terulang untuk keempat kalinya
terima kasih,semua tawa yang pernah kita bagi
semua lelah yang pernah kita lepas bersama
waktu pernah diredam untuk sementara,kemarin
sempat sulit membiasakan tanpa sapaan siang
tapi ini yang terbaik,kan?
sedikit,boleh jika menyalahkan satu pihak?
kamu pun pasti tak pernah setuju..

hingga pesan terakhir,kamu masih menitipkan rindu
masih ingat bahwa hari ini adalah milik kita
sempat kita miliki
dan hari ini,boleh jika saya yang menitipkan rindu untuk kamu di sana?
sebagai pelengkap,penutup hari ini.
untuk cerita yang tak akan pernah saya dengar lagi
keluhan menggelikan tentang angin malam
ya,terima kasih..

Thursday, 4 October 2012

jangan seperti ini

terlalu khawatir jika orang-orang itu bebas menari di dalam pikiran kita sendiri. sebebas mereka bergerak,mengayunkan kaki-kaki lenturnya, mementikkan jemari sesuka mereka. pikiran ini tinggal sebagai wadah,alas tari yang tak pernah mau mereka urus bahkan pedulikan. alih-alih pikiran,tapi tak pernah berpikir. sebenarnya lebih tepat tak punya daya untuk berpikir,ada pun tak cukup kuat merealisasikannya. terlalu takut, jika mereka tak menerima posisi kita sekarang. menjauh, jauh sekali seakan kita adalah bangkai yang belum sempat ditumbuhi belatung. membiru

boleh kah kita cerita semuanya, membuka rahasia yang tak pernah tertutup, rahasia yang tak mau mereka tau?tapi untuk apa kita bicara?
kita-aku dan kamu,saya beserta mereka- belum mau bergerak,jadi jangan coba ajak untuk berlari.kecuali nanti,saat semuanya tepat.tapi entah kapan
jangan seperti ini
jangan tawarkan sebuah pilihan,antara paksaan dan keharusan
jangan seperti ini
biar kita tenang
deal?

Monday, 1 October 2012

Sunday, 23 September 2012

sekarang

entah siapa mereka yang coba membuntuti semua jejak yang kubuat
mencoba mengoreksi semuanya,padahal mereka lupa
jejak ini seutuhnya bukan milik mereka
silahkan jika ingin mengukir jejak yang sama
lebih manisnya jika ingin berjalan dengan jejak yang sama
tapi ruang ini belum cukup usia
belum ada jalur yang kubuat secara pasti
soal ini jejak yang ditapaki
belum ada keputusan yang hakiki
tentang rasa yang turut serta merekam jejak hati
silahkan berasumsi
buatlah sebuah persepsi yang dipikir cukup menggambarkan semuanya
tentang ini semua

ini sebuah kejahatan

Wednesday, 19 September 2012

,

ingin pulang..
tertawa singkat di samping ibu,dengan dapur dan asapnya

berdebat panjang lebar dengan bapak sampai batang rokok terakhirnya

atau berbagi sepotong martabak dengan bos besar sampai hilang idealisnya

sebentar saja,walau dalam kedipan mata..
pulang
pulang
pulang

Friday, 14 September 2012

selalu

seringkali seperti ini,emosi yang memonopoli
pujian-pujian itu ingin sekali dibenarkan
sulit lepas dari telinga kanan dan kiri
aku enggan menjadi bodoh dengan perasaan dan emosi ini
menjadi kabur,tidak cerdas di depanMu
jika ingin meminta hinaan,bolehkah?
tapi aku takut akan reaksi selanjutnya
malah membuat aku menciut terbenam bayangan
terima kasih hari-hari ini
sampaikan salamku untuk ibu yang tersayang dan bapak yang menggemaskan
tak lupa kakak yang selalu dirindukan,saudara seperjuangan yang menyenangkan
jaga aku di sini ya,sampai waktuMu percaya aku bisa berjalan sendiri

aku ingin mencintaiMu,dengan cara yang tidak sederhana tapinya
terima kasih hehe

Thursday, 6 September 2012

senyum yang lebar

terima kasih atas kesibukannya
yang cukup membuat badan ini semakin tambun,pipi yang membulat, dan otak(tak lupa hati) yang semakin membesar tentunya.
ketika semuanya menjadi keluarga,awalnya siapa mereka dan entah bagaimana mereka yang tiba-tiba masuk dan mencuri waktu yang saya punya tidaklah penuh saya pahami,kini semakin saya sayangi.
terima kasih atas waktu luangnya,yang cukup untuk mendengar semua keluh kesah yang tak pernah berhenti
terima kasih untuk pelukan hangatnya,menghilangkan keraguan setiap jalan yang berawan penuh keraguan
terima kasih atas kebijakannya menampung cacian yang dulu pernah terucap atau mungkin tersimpan dalam prasangka
terima kasih atas kesempatan untuk bisa mencintaiMu lebih dari ini